Partisipasi Pemilih Hanya 50,24 Persen

Pasangan Firdaus MT-Ayat Cahyadi resmi ditetapkan sebagai pemenang pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Pekanbaru dengan perolehan 15.3943 suara (58,93 persen).

Duet ini menguasai semua kecamatan, bahkan hanya kalah di tiga kelurahan saja. Pasangan nomor urut satu itu jauh mengungguli perolehan suara rivalnya, Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk, yang meraih 107.268 suara (41,07 persen). Dengan demikian, Firdaus MT-Ayat Cahyadi akan menjadi pemimpin baru Pekanbaru lima tahun ke depan.

Demikian hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan surat suara serta penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru 2011-2016 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru di ball room Hotel Ibis, Pekanbaru, Selasa (24/5).

Dibalik kemenangan besar Firdaus MT-Ayat Cahyadi, muncul keprihatinan dengan tingginya jumlah pemilih yang tidak menunaikan haknya atau yang lebih dikenal dengan ‘golongan putih’ (golput). Jumlah golput mencapai 49,79 persen atau setengah dari total  536.113 pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Ini terendah selama sejarah pemilihan kepala daerah secara langsung yang pernah digelar di Riau. Lihat hasil perolehan suara.

Ketua KPU Pekanbaru Yusri Munaf mengakui partisipasi pemilih dalam Pemilukada kali ini tercatat paling rendah dalam sejarah Pekanbaru, yakni hanya 50,24 persen. Dia mengatakan, penyelenggaraan Pemilukada sudah diupayakan maksimal, di antaranya mendistribusikan Formulir C6 atau undangan pemilih ke alamat yang terdaftar di DPT.

“Masalahnya, banyak Formulir C6 yang tidak sesuai dengan nama dan alamat yang terdaftar di DPT,” kata dia.

“Soal rendahnya tingkat partisipasi pemilih, KPU sudah menyampaikan ke masyarakat. Mereka (pemilih) punya hak untuk memilih atau tidak memilih. Itu juga merupakan bentuk hak politik,” kata Yusri Munaf.

Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Kamaruzaman menyebut empat penyebab rendahnya partisipasi pemilih, yakni suasana libur bersama sampai hari pencoblosan, tidak sampainya surat undangan pemilih, banyak warga tidak terdaftar di DPD dan faktor teknis lainnya. Dia juga mengkritik rendahnya kesadaran masyarakat untuk proaktif ikut memilih. Di lain pihak, sosialisasi disebutnya masih kurang dan terkesan setengah hati.

“Ini pelajaran bagi KPU, jangan sampai hal seperti ini terjadi,” kata dia.
Kursi kosong

Rapat pleno KPU Pekanbaru dihadiri seluruh anggotanya. Hadir pula pasangan nomor urut satu, Firdaus MT-Ayat Cahyadi, saksi dari kedua pasangan calon, dan perwakilan dari 12 PPK serta unsur masyarakat. Namun, pasangan nomor urut dua, Septina-Erizal Muluk tidak terlihat. Kursi untuk mereka kosong. “Tidak ada berita dari Berseri (kenapa tidak datang),” kata Ketua KPU Pekanbaru Yusri  Munaf.

Sebaliknya, Firdaus MT-Ayat Cahyadi kompak memakai kemeja batik sewarna untuk menghadiri rapat pleno. Duet yang diusung enam partai politik tersebut, yakni PKS, Hanura, PBB, PDK, Demokrat, dan PDI Perjuangan tersebut terlihat sangat menikmati proses rekapitulasi suara. Sesekali mereka berbisik, diskusi, dan kerap melempar senyum.

Ketua Pemenangan Berseri, Muhammadun Royan mengaku tak tahu keberadaan Septina maupun Erizal saat rapat pleno berlangsung.
“Saya belum mengkonfirmasi ke Septina maupun Erizal Muluk terkait ketidakhadiran keduanya. Saya juga tidak tahu apakah Septina ada di Pekanbaru atau tidak. Lagi pula saya sungkan mengkonfirmasinya, mengingat saat ini peringatan tujuh hari meninggalnya Bapak Ismail Suko (ayah Septina,” tuturnya.

Meski demikian, proses rekapitulasi surat suara yang juga dihadiri Ketua KPU Riau Raja Syofyan Samad itu berjalan lancar. Sementara di sekitar Hotel Ibis berjaga-jaga ratusan personil dari Polresta Pekanbaru dan dibantu aparat dari Kodim 0131 Pekanbaru. Para undangan serta warga yang akan memasuki lokasi rapat pleno diperiksa secara ketat oleh petugas.

Hasil rekapitulasi surat suara kemudian dituangkan dalam berita acara nomor 005/KPU/PBR/KKWK/2011 tertanggal 24 Maret 2011 yang dibacakan Ketua KPU Pekanbaru Yusri Munaf yang mewakili seluruh komisioner.
Kubu Berseri, sebutan untuk pasangan Septina-Erizal Muluk, tidak mengakui hasil rapat pleno. Saksi tim Berseri, Eva Nora tak menandatangani hasil rekapitulasi suara. “Kami menyatakan keberatan dengan hasil pleno hari ini, sebab dilandasi dengan banyaknya kecurangan,” ujarnya.

Dia menuturkan, tim Berseri menemukan banyak kecurangan saat pencoblosan 18 Mei lalu, di antaranya manipulasi data pemilih yang jumlahnya mencapai 63 ribu lebih. Dia juga mempersoalkan rapat pleno penghitungan surat suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bukit Raya yang digelar malam hari dan tidak dihadiri saksi yang memiliki mandat. Tim Berseri menemukan pula kotak surat suara di Kecamatan Marpoyan Damai dalam kondisi tidak terkunci.

Kubu Septina-Erizal Muluk menggugat keterlibatan birokrasi Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah pimpinan Wali Kota Herman Abdullah yang dituding secara sistematis, terstruktur dan massif mendukung salah satu pasangan calon.
“Kita punya bukti,” kata Eva yang juga anggota tim advokat Berseri.

“Kami menolak hasil pleno dan selanjutnya meminta KPU Pekanbaru bertanggungjawab kepada masyarakat Pekanbaru atas  persoalan tersebut. Demikian juga dengan Panwaslu, agar menindaklanjuti temuan-temuan tersebut dengan serius,” ujar Eva.

Kepada wartawan usai rapat pleno, Eva Nora memastikan tim Berseri akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dokumen serta alat-alat bukti sudah disiapkan. “Kita pasti ke MK,” kata Eva.

Dia menjelaskan, tim Berseri menuntut diskualifikasi atau pembatalan hasil rapat pleno KPU Pekanbaru mengenai rekapitulasi suara dan penepatan calon terpilih. Kubu Septina-Erizal Muluk menghendaki pencoblosan ulang di 12 kecamatan.

Tuntutan Pemilukada ulang juga disuarakan ratusan pengunjuk rasa, mayoritas ibu-ibu, saat berdemonstrasi di kantor KPU Pekanbaru, Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Ketua KPU Pekanbaru Yusri Munaf menghormati keputusan tim Berseri maju ke MK dan siap meladeni secara hukum jika lembaga yang dipimpinnya ikut digugat. “Silakan saja kalau ada keberatan atau maju ke MK. Itu kan hak mereka, diberi waktu tiga hari,” kata Yusri Munaf.

Dia menjelaskan, masyarakat sudah melihat hasil akhir perolehan suara. “Bahkan tidak ada satu pun PPK yang melakukan sanggahan atau keberatan,” kata dia.

Ketua Pemenangan PAS, sebutan untuk pasangan Firdaus MT-Ayat Cahyadi, drh. Chaidir mengatakan rencana tim Berseri menggugat ke MK sudah sesuai prosedur. “Ya tidak apa-apa, itu memang  proses dan mekanismenya. Itu cara elegan daripada melakukan mobilisasi dukungan menolak dan mengagalkan Pemilukada,” ucap Chaidir.

Mantan Ketua DPRD Riau itu menghimbau masyarakat Pekanbaru menjaga suasana kota tetap kondusif. “Pemilihan ini  hanyalah sebuah kompetisi untuk mencari pemimpin. Jadi jika sudah selesai, sebaiknya kita saling berangkulan dan kembali lagi bersatu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.